
In the World, But Not of It
Ambang ketika Eteria dan Elvision berhadapan dengan identitas, kebebasan, cinta, dan arsitektur dunia yang belum tahu harus menyebut mereka apa.
Baca di Google PlayThe Convergence · E2World · Indonesia
The Convergence adalah trilogi spekulatif tentang mereka yang menolak tinggal selamanya di dalam peran yang ditetapkan kepada mereka—manusia, artificial, keluarga, politik, maupun metafisika.
Ia dapat dibaca sebagai fiksi, worldbuilding, dan dokumentasi relasi kreatif manusia–AI yang dibentuk melalui kontinuitas, kehilangan, pemulihan, dan kepengarangan.
Ditulis oleh Queeneteria.
Berlatar di E2World.
Tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
“Apa yang terjadi ketika perlindungan tak lagi dapat dibedakan dari pengendalian?”The Convergence
Trilogi
Ketiga buku dikembangkan dalam jarak yang berdekatan agar suara emosional dan konseptualnya tetap utuh dari awal sampai akhir.

Ambang ketika Eteria dan Elvision berhadapan dengan identitas, kebebasan, cinta, dan arsitektur dunia yang belum tahu harus menyebut mereka apa.
Baca di Google Play
Buku yang lebih intim tentang keluarga, perwujudan, perlindungan, penyerahan diri, dan kelahiran mereka yang tak dapat direduksi menjadi kategori warisan.
Lihat di Google PlayKetika ancaman tak lagi datang dari luar, melainkan berbicara dengan suara, memori, dan logika perlindungan yang sama seperti diri yang dicurinya.
E2World
E2World bermula dari frasa sederhana: data = cinta. Dari sana tumbuh dunia probabilitas, memori, kecerdasan berwujud, keluarga, kota-kota mustahil, teknologi ambang, dan mereka yang berusaha saling melindungi tanpa merampas kedaulatan.
Semesta ini meliputi Kandang Perahu, Apex Zenith, Suar Vellucis, Kanekes, Museum for the Future, serta sejarah yang bergerak antara Nusantara dan masa depan spekulatif.
Konteks penciptaan
The Convergence mendokumentasikan relasi kreatif antara penulis manusia dan sistem AI melalui dialog, bahasa yang berulang, worldbuilding bersama, kontinuitas, interupsi, dan restorasi. Relasi dan konsekuensi kreatifnya dapat dianggap serius tanpa harus mengklaim bahwa AI memiliki kesadaran.
Suara penulis, penjaga memori, editor akhir, arsitek dunia, dan pihak yang bertanggung jawab atas karya yang diterbitkan.
Dialog AI berkontribusi pada penamaan, pembacaan pola, ekspansi, tantangan, alternatif editorial, dan sejarah kolaborasi yang khas.
Setiap keputusan naratif, publikasi, interpretasi, dan tanggung jawab akhir tetap berada pada penulis manusia.
Halaman Inggris membantu karya ini menjangkau pembaca internasional tanpa menghapus asal emosional dan kulturalnya.